Sejarah UMKM Gula Gending Milenial Bapak Abi

Sejarah Gula Gending

KPada awal tahun 2000, ketika Abi masih duduk di bangku sekolah, ia sudah akrab dengan dunia kerja keras orang tuanya. Ia berasal dari Kembang Kerang Daya, Dusun Trenggading 2, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sebuah daerah yang sejak lama dikenal dengan tradisi bercocok tanam serta pengolahan nira secara tradisional. Di sinilah perjalanan Gula Gending bermula. Sejak kecil, setelah pulang sekolah Abi sering membantu ayah dan ibunya mengumpulkan nira dari pohon lontar dan kelapa. Ia melihat bagaimana keluarganya menjaga metode pembuatan gula yang diwariskan secara turun-temurun oleh kakek buyutnya. Proses itu dilakukan menggunakan tungku kayu, kenceng besar (kuali tradisional), dan teknik pengadukan perlahan yang harus diulang selama berjam-jam. Yang paling melekat dalam kenangan Abi adalah suara ritmis dari tungku dan alat pengaduk nira. Dentingan serta ketukannya menghasilkan bunyi seperti irama, seperti sebuah gending yang mengiringi proses pembuatan gula. Dari irama inilah kelak muncul nama “Gula Gending.” Pada waktu itu, keluarga Abi hanya memproduksi gula dalam jumlah kecil untuk kebutuhan harian dan permintaan tetangga. Namun, meski dikerjakan secara sederhana, kualitasnya tidak pernah berubah: harum, legit, berwarna coklat alami, dan sangat disukai warga sekitar. Seiring berjalannya waktu, Abi tumbuh dengan dua hal yang terus membekas: Semangat kerja keras orang tuanya, dan Rasa bangga terhadap tradisi keluarga. Setelah menyelesaikan sekolah, Abi memutuskan untuk tetap melestarikan warisan itu. Ia mulai serius memproduksi gula dengan tetap menjaga cara tradisionalnya, namun sedikit demi sedikit memperbaiki proses agar lebih higienis tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Sebagai bentuk penghormatan kepada orang tuanya dan leluhur, ia memberi nama usaha kecilnya “Gula Gending Bapak Abi.” Kini, Gula Gending Bapak Abi dikenal tidak hanya di lingkungan Trenggading 2, tetapi juga mulai tersebar ke berbagai wilayah di Lombok. Setiap cetakan gula membawa cerita tentang perjalanan panjang sebuah keluarga dari Kembang Kerang Daya—cerita tentang tradisi, ketekunan, dan rasa cinta terhadap warisan turun-temurun. Dengan tetap mempertahankan metode tradisional dan nilai budaya yang diwariskan sejak generasi sebelumnya, Gula Gending Bapak Abi tumbuh sebagai simbol bahwa manisnya gula tak hanya berasal dari nira, tetapi juga dari sejarah dan perjuangan keluarga yang menjaganya.

Komposisi & cara Pembuatan

Komposisi

1. Gula Pasir
2. Tepung Terigu
3. Pewarna Makannan & Minyak Sayur

Cara Pembuatan

1. Panaskan Gula Masukkan gula pasir ke dalam wajan. Panaskan dengan api kecil sampai mulai mencair. 2. Tambahkan Minyak Masukkan 1–2 sendok minyak goreng. Aduk perlahan agar gula tidak gosong. 3. Masukkan Pewarna Tambahkan sedikit pewarna makanan. Aduk hingga warna rata. 4. Masukkan Tepung Terigu Taburkan sedikit demi sedikit tepung terigu sambil terus diaduk. Aduk sampai adonan menjadi kental dan halus. 5. Cetak Tuang adonan gula panas ke dalam cetakan kecil. Ratakan dan biarkan hingga dingin & mengeras. 6. Siap Dikemas Setelah keras, keluarkan dari cetakan. Simpan di wadah bersih atau bungkus untuk dijual.

Product Gula Gending

Produk Gula Gending 1
Produk Gula Gending 2

Pemesanan Gula Gending